BRpemiluNasional

KPU: Nama OSO Tetap tak Ada di Surat Suara Pemilu

BalaiRakyat.com, Jakarta- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan, nama Oesman Sapta Odang (OSO) tetap tidak ada dalam surat suara pemilihan calon anggota DPD Pemilu 2019.

KPU berpendapat, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menjadi rujukan dalam persoalan pencalonan OSO sebagai anggota DPD. “Nama OSO tidak ada dalam surat suara. Tetapi persoalannya bukan soal cetak-mencetak. Masalahnya adalah keputusan MK bahwa pengurus parpol dilarang menjadi anggota DPD,” ujar Hasyim ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/4).

Kemudian, kata Hasyim, ada putusan selanjutnya yang menyatakan bahwa jika tidak melaksanakan putusan MK maka dianggap melakukan pembangkangan terhadap konstitusi. “Jadi KPU menjalankan putusan MK, tidak ada yang lain-lain. Keputusan MK juga melarang (memasukkan nama OSO ke dalam daftar calon tetap pemilu),” tegasnya.

KPU pun menurutnya tidak menolak surat presiden maupun mensesneg. KPU sudah membalas surat tersebut. Sebagaimana putusan MK Nomor 30/PUU-XVI/2018, Ketua umum parpol dilarang mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Jika ingin ditetapkan sebagai calon, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari kepengurusan parpolnya.

Sebelumnya, KPU menerima surat dari Mensesneg Nomor R 49/M.Sesneg/D-1/HK 06.02/3/2019 pada 22 Maret lalu. Dalam surat itu, mensesneg mengatakan berdasarkan pasal 116 ayat (6) UU Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan UU Nomor 51 Tahun 2009 Ketua PTUN Jakarta dengan Surat W2.TUN1.704.HK.06/III/2019 pada 4 Maret 2019 menyampaikan kepada Presiden soal memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) yakni putusan PTUN Jakarta Nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN-JKT.

Close