PalembangPalembang Emas Darussalam

Pemkot Palembang Targetkan Angka Kemiskinan Turun Satu Digit

BalaiRakyat.com, Palembang – Ketersediaan lapangan kerja dinilai Pemerintah Kota Palembang dapat membantu merealisasikan target angka kemiskinan di Palembang menjadi satu digit dari sebelumnya dua digit 10,95 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, program jangka panjang untuk pembangunan Kota Palembang dalam lima tahun kedepan telah dirancang. Termasuk di dalamnya perentasan angka kemiskinan.

Menurut Harey, angka kemiskinan Palembang saat ini sudah cukup baik, karena turun jauh jika dibandingkan pada 2013 lalu. Dimana angka kemiskinan pada 5 tahun lalu sempat mencapai 250 ribu jiwa, sementara saat ini sudah 179 ribu jiwa.

“Sebelumnya di 2017 angka kemiskinan Palembang 11,40 persen menjadi 10,95 persen di 2018, diharapkan tahun ini di bawah 10 persen,” katanya, Rabu (20/3/2019).

Harrey mengatakan, program yang memperluas lapangan kerja harus ditingkatkan. Jika tingkat partisipasi kerja meningkat angka pengangguran menurun. Program merentas kemiskinan bisa juga buat oleh UMKM, Dinas Perikanan dan didukung oleh aksebelitas yang baik juga harus dipikirikan.

“Tahun berikutnya 1 digit (angka kemiskinan, red), dengan cara memperluas lapangan kerja, partisipasi pekerja meningkat maka pengangguran menurun,” jelasnya.

Ketersediaan lapangan pekerjaan juga arus urbanisasi menjadi faktor utama terciptanya angka kemiskinan. Meski masyarakat miskin menurun, namun di empat kecamatan di Palembang ini tercatat mendominasi.

Harey mengatakan, pusat angka kemiskinan yang terdapat di Palembang, yakni Kartapati, Seberang Ulu 1, Seberang Ulu 2 dan Plaju. “Empat kecamatan yang menajdi penyumbang tertinggi angka kemiskinan. Dimana semuanya berasal dari kawasan Seberang Ulu,” katanya.

Harrey mengatakan, angka kemiskinan di lokasi tersebut dijelaskan dikarenakan diantaranya pendidikan yang kurang, kondisi daerah rawa, bahkan unsur pembangunan yang lebih banyak terpusat di kawasan Seberang Ilir. Sehingga ketersediaan lapangan kerja dan kemajuan perkembangan kota belum dirasakan sebagian masyarakat disana. (Sari).

Close