BANYUASIN BANGKIT

RT dan RW Dilarang Menjadi Timses Caleg

BALAI RAKYAT, Pangkalan Balai – Pesatnya pertambahan jumlah penduduk di Kelurahan Pangkalan Balai, membuat jumlah RT dan RW bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun 2018 hanya ada 40 RT dan 15 RW, tahun 2019 menjadi 41 RT dan 16 RW.

Lurah Pangkalan Balai Abdullah Sani SSos menjelaskan, RT 26 dipecah menjadi RT 26 dan RT 41, kemudian RW 06 dipecah menjadi RW 06 dan RW 16. “Ketua RT 41 dijabat A Kosim, sedangkan Keta RW 016 dijabat Harni Karmita,” ungkap dia.

Terhitung Januari 2019, pihak kelurahan juga melakukan penyegaran. Beberapa Ketua RT dan RW diganti dengan berbagai alasan. Diantaranya Ketua RT 25 Eddy Yusuf diganti oleh Bahayudin, dikarenakan Eddy pindah menjadi warga Kelurahan Seterio.

“Ketua RW 03 Firman Abu Bakar resmi mencalonkan diri menjadi caleg DPRD Banyuasin, maka pihak kelurahan menunjuk pengganti antar waktu (PAW) atas nama Thamrin. Kemudian Ketua RW 013 Rijaludin AMd pindah alamat, PAW digantikan oleh Suhardi SH,” sambung dia.

Usai menyerahkan SK, lurah memperingatkan Ketua RT dan Ketua RW, tidak boleh menjadi tim sukses calon anggota legislatif dikarenakan menerima honor dari APBD Banyuasin. “Ini aturan, jangan sampai antar Ketua RT tidak kompak akibat beda dukungan. Ingat, jangan sampai ada Ketua RT dan RW diperiksa Bawaslu Kabupaten Banyuasin,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua RW 013 Pangkalan Balai Suhardi SH menyatakan, dia mulai bekerja sebagai perpanjangan tangan dari Lurah Pangkalan Balai. “Saya akan intensif berkomunikasi dengan Ketua RT 31 dan 32, berbagai permasalahan dan aspirasi warga kita akomodir sebaik mungkin,” singkat dia. (HB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close